Contoh banner 1
Contoh banner 1-->
tokonuonline
tokonuonline
Iklan
Showing posts with label jakarta. Show all posts
Showing posts with label jakarta. Show all posts

JNE Luncurkan Aplikasi Mobile

Pelayanan: Petugas sedang melayani di conter JNE (Foto: Dok)
Bisnisbmr.co, Jakarta - Perusahaan jasa pengiriman dan logistik, JNE, siap bertransformasi seiring pertumbuhan pesat era digital dengan meluncurkan myjne.com dan aplikasi mobile.

"Kami akan melakukan transformasi, lebih digital dan tingkatkan kapasitas," ujar Vice President of Marketing JNE, Eri Palgunadi di Jakarta.

Menurut Eri, memasuki tahun 2016 ini JNE melakukan dua langkah penting, yakni mengikuti tren digital serta membangun gudang baru dengan kapasitas yang besar.

"Generasi saat ini sangat social media freak, beli barang dengan cara online sehingga JNE harus ikut tren ini dengan masuk ke digital," tutur Eri.

Menurut Eri, 70% konsumen yang menggunakan layanan JNE berasal dari e-commerce, 30 persen lainnya berasal dari korporat. JNE pun akan mengembangkan aplikasi mobil untuk pengguna smartphone agar lebih memudahkan pelanggannya.

"Lewat aplikasi nanti, ada beberapa fitur yang akan terus kami kembangkan. Misalnya pengguna bisa cek tarif, cek barangnya sudah sampai mana, serta cek lokasi titik layanan JNE terdekat dari lokasinya berada," jelasnya.

Sementara itu, JNE juga akan membangun gudang di atas lahan seluas kurnag lebih 30.000 meter persegi yang akan dimanfaatkan untuk gudang di daerah Cikarang, Jawa Barat.

"Dengan dibangun gudang, kami akan punya sistem yang lebih baik, artinya bisa mendukung masuknya barang ke Jabodetabek dan mendukung barang keluar Jabodetabek, karena wilayahnya cukup strategis," tambah Eri.

Sejak tahun 2007 hingga tahun 2015, lanjut Eri, bisnis JNE tumbuh sebesar 30 persen. Ia juga menegaskan bahwa hadirnya kompetitor baru yang memberikan layanan pengiriman dan logistik tidak akan menggoyang bisnis JNE.

Saat ini layanan JNE terdapat 5.000 titik yang tersebar di seluruh Indonesia mulai kota besar sampai tingkat kecamatan. Setiap bulan, JNE melakukan 12 juta total pengiriman atau 300 pengiriman per detik.

"Tahun ini kami targetkan ada 1.000 penambahan titik layanan JNE. Kami juga percaya akan menjadi market leader di bisnis ini," pungkas Eri.

KADIN: Kerja Sama Ekonomi Antara Indonesia-Hungaria Belum Maksimal

Bisnisbmr, JAKARTA -- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani, menganggap kerja sama antara Indonesia dengan Hungaria belum terjalin secara maksimal. Karena itu, ia mendesak kedua negara untuk meningkatkan kerja sama, terutama di bidang ekonomi.

Menurut Rosan, sejak tahun 2011, perdagangan Indonesia dan Hungaria justru menurun tajam. Karena itu, Rosan sangat mendukung jika kedua negara meningkatkan kegiatan ekspor dan impor serta meningkatkan investasi.

"Trennya memang menurun. Saat ini, kami sedang mengkaji apa yang bisa disinergikan lagi. Pengembangan Water Treatment sudah berjalan. Kami juga mengharapkan ada kerja sama di bidang teknologi informasi dan start up," kata Rosan di sela-sela Forum Bisnis Indonesia-Hungaria di Jakarta, Senin 1 Februari 2016.

Rosan mengatakan bahwa salah satu penyebab turunnya ekspor Indonesia ke Hungaria adalah merosotnya harga komoditas andalan ekspor, seperti kakao dan karet. Mereka pun tengah mengkaji produk apa yang bisa menjadi peluang ekspor ke Hungaria.

"Kami akan melihat produk apa lagi yang bisa dikirim ke sana," kata dia.

Berdasarkan data Eurostat, nilai perdagangan Indonesia dan Hungaria dalam kurun waktu 2010-2015 mencapai nilai tertinggi pada tahun 2011, yaitu sebesar 181,091 juta euro. Total, perdagangan RI-Hungaria pada tahun 2014 tercatat sebesar 134,51 juta euro atau menurun 7,30 persen dibandingkan nilai perdagangan RI-Hungaria tahun 2013 sebesar 126,22 juta euro.

Rosan mengatakan, untuk meningkatkan kemitraan dalam perdagangan dan investasi, Kadin mengharapkan ada kemudahan fasilitas untuk eksportir Indonesia ke Hungaria dan investor Indonesia di Hungaria. Selain itu, lokasi Hungaria yang strategis, dapat menghubungkan Eropa Tengah dan Eropa Timur, sehingga menjadikan negara ini sebagai pasar dan pintu masuk yang penting bagi produk Indonesia di Eropa.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta W Kamdani, mengatakan bahwa Indonesia juga memiliki keunggulan dan potensi untuk menjadi pintu masuk ASEAN bagi negara-negara Barat.

"Kami perlu mempelajari lebih jauh fasilitas apa yang bisa diberikan Hungaria untuk Indonesia untuk menjadi pintu tadi, sebaliknya kita juga berharap agar Indonesia bisa menjadi pintu masuk untuk ke negara-negara ASEAN," kata Shinta.

Selama ini, lanjut dia, perdagangan Indonesia dan Hungaria terkendala transportasi dan logistik karena kondisi geografis antara kedua negara.
Belum ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Hungaria. Mayoritas kegiatan ekspor-impor dilakukan melalui laut.

Adapun komoditas ekspor utama RI ke Hungaria antara lain komponen- komponen alat elektronik, mesin percetakan, karet, dan lain-lain. Sementara komoditas impor utama RI dari Hungaria antara lain komponen peralatan telekomunikasi, generator, mesin-mesin dan antibiotik. (Man)

BRI Akan Salurkan Dana KUR Rp.67,5 Triliun

BisnisBMR.co, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mendapat jatah penyaluran Kredit Usha Rakyat (KUR) tahun 2016 sebesar Rp67,5 triliun, dengan demikian BRI menjadi salah satu bank yang menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) paling dominan di antara bank lainnya yakni Mandiri Rp13 triliun, dan BNI Rp11,5 triliun.

Menurut Kepala Divisi Kredit BRI Sony Hartono mengatakan, semakin besar jumlah penyalur KUR pada 2016 maka semakin besar juga tanggung jawab perseroan. Oleh karena itu, guna merealisasikan serapan penyaluran KUR 2016 mencapai 100 persen, BRI pun menambahkan tenaga kerja khusus penyaluran kredit dari 8.760 pekerja 2015 akan ditingkatkan menjadi 10.000 tenaga kerja di 2016.

“Kami sudah siapkan 9,945 jaringan kantor penyalur KUR. Itu ada kantor cabang hingga tera BRI bisa menyalurkan KUR. Penambahan orang ini juga mereka yang menjadi bagian di pasar,”ujarnya di Kantor Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Jakarta, Jumat (30/1/2016).

Sony menambahkan, dengan tambahan pekerja maka akan memperluas cakupan pasar yang cukup besar. Dirinya menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi atau meminta bantuan dengan para pendamping UKM yang ada di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

“Kemenkop memiliki pembinaan sebanyak 5 ribu pendamping. Kami akan kerja sama kan agar mempermudah akses,” ujarnya.

Menteri PAN-RB Tepis Isu Penerimaan CPNS

BisnisBMR.co, JAKARAT -- Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN_RB) menepis adanya isu beredar tentang penerimaan CPNS Tahun 2016.  Agar tidak membuat keresahan ditengah masyarakat Menteri PAN-RB menyurati pejabat pembina kepegawayan pusat dan daerah. 

Dalam Suart Menteri PAN-RB nomor: B/50/M.PAN.RB/01/2016 tanggal 27 Januari 2016 Menteri PAN-RB menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar karena penerimaan CPNS Tahun 2016 belum ditetapkan.

"Merespon adanya informasi melalui media dan media sosial tentang penjadwalan penerimaan CPNS, bahwa itu tidak benar karena Menteri PAN-RB belum menjadwalkan penerimaan CPNS tahun 2016," tulis Menteri PAN-RB dalam surat edarannya, Rabu (27/1/2016)

Dalam surat tersebut Menteri PAN-RB meminta kepada pejabat kepegawaian terutama Gubernur, Bupati dan Walikota dapat menyebarkan informasi terkait penerimaan CPNS Tahun 2016. (CM)


Freeport Wajib Menyetor USD 530 Juta Untuk Jaminan Ekspor


Bisnisbmr.co, Jakarta -- PT Freeport Indonesia diwajibkan menyetor 5 persen atau US$ 530 juta untuk membayar dana jaminan sebagai bukti pembangunan smelter kepada pemerintah.

Ini dilakukan supaya perusahaan tambang asal Am

Menurut Menteri ESDM, Sudirman Said, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menunggu respons PT Freeport Indonesia untuk membayar dana jaminan sebesar US$ 530 juta sebagai bukti untuk pembangunan smelter.

"Sebetulnya yang memang wajib ketika smelter belum sampai pada tahapan tertentu, harus bayar 5 persen," ujar Menteri ESDM, Sudirman Said di Jakarta, Rabu 27 Januari 2016.

Kata Sudirman, dana jaminan sebesar US$ 530 juta yang harus dibayarkan Freeport adalah bagian dari konsekuensi. Karena jika ingin ekspor terus berjalan, Freeport harus membangun fasilitas pengolahan smelter.

"Kita meminta US$ 530 juta itu adalah gap dari apa yang seharusnya mereka capai di lapangan," ujarnya

Seperti diketahui, izin PT Freeport Indonesia untuk mengekspor konsentrat tembaga pada bulan Januari ini. Pemerintah telah mengajukan syarat kepada Freeport jika perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu ingin memperpanjang izin ekspor.

Syarat itu adalah, PT Freeport harus menyetor sejumlah dana jaminan sebesa USD 530 juta. Besaran dana tersebut setara dengan biaya yang seharusnya dikeluarkan PT Freeport untuk membangun smelter tembaga yang ditetapkan Pemerintah.

Sebagai informasi, dalam hal ini, pembangunan smelter Freeport seharusya telah mencapai 60 persen pada Januari 2016. Namun kenyataannya, Freeport baru merealisasikan 14 persen, termasuk uang setoran senilai US$ 115? juta atau setara Rp 1,61 triliun (kurs Rp 14.000/US$) yang telah diserahkan tahun 2015 lalu. (Tim Bisnisbmr.co)
erika Serikat itu bisa melanjutkan kegiatan ekspornya melalui izin perpanjangan ekspor konsentrat yang telah diajukan pemerintah dan akan berakhir pada minggu ini.
 
Contoh banner 1

IKLAN BARIS

Contoh banner 1
Contoh banner 1
Contoh banner 1
Contoh banner 1